BANJARMASIN — Di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman kebakaran hutan serta lahan di lahan gambut, sebuah ide atau terobosan luar biasa coba lahirkan dari tangan seorang abdi negara berjiwa pelopor. Bripka Eddy Purwanto, S.H., personel Subbid Paminal Bid Propam Polda Kalimantan Selatan, sedang mencoba menciptakan inovasi dengan bahan biaya murah tepat guna bernama Gambut-Injector.
Berbeda dengan kebakaran biasa yang menyisakan kobaran api besar di permukaan, tanah gambut menyimpan ancaman tersembunyi berupa pembakaran bawah tanah (sub-surface fire) yang menjalar di kedalaman 30 hingga 100 sentimeter. Menjawab tantangan pelik ini,
Inovasi ini menjawab persoalan klasik penanggulangan karhutla bawah tanah (sub-surface fire) yang selama ini sulit dideteksi. Jika metode konvensional kerap kewalahan akibat mesin yang berat dan boros bahan bakar, Gambut-Injector hadir sebagai solusi taktis yang elegan, murah, dan ramah lingkungan.
"Kami ingin coba membantu kawan kawan di lapangan menghadirkan solusi yang tidak hanya efektif secara teknis melainkan juga memberdayakan masyarakat desa secara mandiri. Dengan biaya produksi di bawah Rp 200.000 per unit, setiap posko Masyarakat Peduli Api (MPA) kini dapat merakit sendiri alat pemadam berteknologi injeksi gravitasi ini," ungkap Bripka Eddy Purwanto penuh semangat.
Keunggulan utama alat ini terletak pada penggunaan pipa probe stainless steel yang ditusukkan langsung ke zona bara api di kedalaman 30 hingga 100 cm. Dipadukan dengan surfaktan alami ekstrak buah lerak, air yang mengalir secara gravitasi mampu memecah sifat hidrofobik gambut kering secara instan, mematikan bara api hingga ke akar-akarnya tanpa memicu polusi asap pekat.
Langkah nyata Bripka Eddy Purwanto membuktikan bahwa sinergi antara kepolisian yang proaktif, kearifan lokal pemanfaatan buah lerak, dan semangat gotong royong masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan Indonesia yang bebas karhutla secara berkelanjutan. Sebuah inspirasi gemilang dari Banua untuk Indonesia tercinta!
Dari Keterbatasan Menjadi Solusi Taktis Berdaya Guna Tinggi
Selama ini, upaya pemadaman konvensional menggunakan mesin pompa bensin bertekanan tinggi kerap menemui jalan buntu di lapangan. Selain bobot alat yang mencapai lebih dari 45 kg dan menyulitkan mobilitas personel menembus semak lebat, mesin tersebut terbukti boros bahan bakar minyak (BBM) serta menyia-nyiakan air di permukaan tanah tanpa menyentuh akar permasalahan di dalam gambut.
Sebaliknya, Gambut-Injector dirancang secara cerdas berbasis gaya gravitasi murni (0 liter BBM) dengan berat operasional kosong hanya sekitar 2,5 kg menggunakan jerigen ransel. Alat ini memungkinkan satu orang petugas dari Masyarakat Peduli Api (MPA) bergerak secara mandiri, lincah, dan cepat merespons titik api dalam waktu di bawah 5 menit.
Keunggulan Teknologi & Spesifikasi Taktis
Berdasarkan data teknis operasional, Gambut-Injector memiliki sejumlah keunggulan utama yang langsung menyasar jantung permasalahan sub-surface fire:
- Penetrasi Kedalaman Direct: Dilengkapi pipa probe stainless steel sepanjang 1,5 meter dengan 6 lubang mikro berukuran 0,5 mm di ujungnya, alat ini mampu menyuntikkan air langsung ke zona bara api di kedalaman 30–100 cm.
- Surfaktan Alami Buah Lerak: Penggunaan ekstrak lerak sebanyak 100 ml per 20 liter air terbukti instan dalam memecah sifat hidrofobik (sifat menolak air) pada gambut kering, sehingga penyerapan air menjadi maksimal.
- Produksi Swadaya Desa: Seluruh komponen alat dapat dirakit dengan mudah oleh warga atau posko MPA lokal menggunakan bahan-bahan yang tersedia di toko bangunan terdekat
0 Komentar